Kisah Isro Mi’roj

Kisah Isro Mi'roj

Kisah Isro Mi’roj

Kisah Isro Mi’roj

Kini, para pengumpul hadits telah menceritakan sebanyak 6 buah kumpulan hadits mengenai cerita mi’raj Nabi Muhammad r sebagaimana telah disampaikan kepada mereka oleh setidaknya 20 orang sahabat yang mendengar langsung dari Raja para Nabi r. Berikut adalah uraiannya:

“Aku jatuh tertidur di rumah Ummu Hani. Mataku tertutup, tetapi hatiku tetap terbuka. Tiba-tiba, aku mendengar suara Jibril u menggema telingaku, membangunkan tidurku yang sebentar. Aku terduduk, bertatap muka dengan malaikat Jibril u. Dia berbicara padaku, ‘Allah I menyampaikan salam-Nya dan mengundangmu untuk pergi denganku. Aku sendiri yang akan membawamu karena Tuhan berharap menghujanimu dengan Kedermawanan-Nya yang beraneka ragam. Tidak ada yang pernah mencapai keagungan itu sebelummu dan juga setelahmu.’ ”

“Aku bangkit dan berniat akan berwudhu. Airnya dipesan dan diambilkan dari aliran surgawi sungai al-Kautsar. Sebelum aku menyingsingkan lengan baju dan kaki untuk mulai berwudhu, Ridwan u telah membawa 2 buah bejana dari batu rubi merah, penuh berisi air dari aliran sungai al-Kautsar. Ridwan u juga membawa sebuah mangkuk dari zamrud hijau yang memiliki 4 buah sudut. Setiap sudut ada sebuah permata berkilau cemerlang laksana sinar matahari dan menerangi langit malam. Aku berwudhu dengan air penuh berkah ini dan mereka membungkusku dengan jubah cahaya suci dan memakaikan surban cahaya diatas kepalaku.”

”Cerita tentang turban tersebut sebagai berikut: Delapan ribu tahun sebelum penciptaan Adam u, malaikat Ridwan u membelitkan turban ini dalam namaku. Sejak saat itu hingga kini, sebanyak 40.000 malaikat berdiri di sekitar turban, membaca puji-pujian dan mengagungkan-Nya. Dari setiap pujian, mereka membaca shalawat atasku. Turban ini memiliki 40.000 belitan, dan di setiap lipatan terdapat 4 buah garis tulisan.
§ Pada garis pertama tertulis: Muhammad r adalah Rasul Allah.
§ Pada garis kedua tertulis: Muhammad r adalah Nabi Allah.
§ Pada garis ketiga tertulis: Muhammad r adalah Kekasih Allah.
§ Pada garis ke empat tertulis: Muhamad r adalah Sahabat Allah.”

”Setelah itu, Jibril u menutupi punggungku dengan sebuah mantel cahaya dan menyematkan ikat pinggang dari rubi merah. Dia meletakkan sebuah cambuk terbuat dari zamrud hijau di tanganku, berhiaskan 400 buah mutiara, dan masing-masing permata bersinar bagaikan bintang pagi. Dia memasangkan terompah (seperti) buatan tangan dari zamrud hijau di kedua kakiku, mengandeng tangan dan membimbingku menuju ke Haram.”

Dalam uraian lainnya, Nabi Muhammad r meneruskan ceritanya sebagai berikut:
“Aku melaksanakan wudhu dengan air sumur zamzam. Kemudian aku mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, shalat dua raka’at di Maqam Ibrahim. Aku mendatangi sebuah tempat yang disebut Khatam untuk beristirahat sejenak. Saat sedang duduk, Jibril u membuka dadaku dan membawa 2 buah bejana besar berisi pengetahuan dan hikmah secara berurutan. Mika’il u membawa 3 buah bejana besar berisi penuh dengan air zamzam yang dipakai untuk membersihkan isi perut dan hatiku. Kemudian dia membuka hatiku dan mengambil segumpal darah hitam sambil mengatakan, ‘Gumpalan darah hitam ini adalah rahasia mengapa mamusian merasa ketakutan saat mengalami penglihatan yang menakjubkan. Aku telah mengambilnya darimu, karena malam ini kau akan melihat Surga dan Sidratul Muntaha, Singgasana Illahi (’Arasy) dan Pengadilan Illahi juga banyak hal aneh dan ajaib yang ada didalamnya, termasuk juga melihat para malaikat agung. Karena itu, aku telah membersihkan gumpalan ini sehingga kau mampu melihat ke arah mana pun, berbicara yang perlu dibicarakan tanpa rasa segan dan sungkan.’
Dia kemudian mengambil pengetahuan dan hikmah dari wadah, meletakkan dalam hatiku dan kemudian menutup lagi dadaku hingga tidak terlihat adanya bekas luka parut.”

“Jibril u kemudian mengandeng tanganku dan mengajak ke suatu tempat di luar kota Mekkah. Disana, aku melihat ada tiga malaikat agung lain, yaitu Mika’il, Israfil dan Izra’il, yang masing-masing dikelilingi oleh 70.000 malaikat. Ketika mereka melihatku, mereka semua berdiri dengan sikap penuh hormat. Aku mengucapkan salam dan mereka menjawab salamku, mereka mengumandangkan anugerah Allah yang tidak terbatas.”

“Tidak lama, Jibril u berkata kepadaku, ‘Wahai Nabi Allah I, aku telah membawa Buraq ini dari Taman Surga. Tunggangilah sekarang karena Allah menanti kedatanganmu.’
Aku berpaling dan melihat Buraq yang bercahaya secerah sinar matahari dan secepat kilatan halilintar. Segera setelah Buraq mengangkat kaki untuk melangkah, dia telah menempuh jarak sejauh mata memandang. Sebagai tambahan, Buraq ini memiliki dua buah sayap di sisinya, yang digunakan kapanpun dia ingin terbang di udara.”

Pendapat kaum bijak dan cendikia tentang Buraq, yaitu: ukuran badannya lebih kecil dari bagal tapi lebih besar dari keledai. Dia berbicara bahasa Arab dengan fasih dan jelas. Tuhan telah membuat anggota badannya dari serangkaian bahan berharga yang berbeda. Kukunya terbuat dari batu koral, kakinya dari emas, dadanya dari batu rubi merah sementara punggungnya dari mutiara. Kedua sayap di sisi kanan kirinya terbuat dari batu rubi merah, dan ekornya mirip seperti ekor unta. Menurut beberapa penuturan, ekor Buraq seperti ekor burung merak dan sangat indah sekali. Bulu surainya seperti surai kuda, sementara kakinya seperti kaki unta. Dia berpelana dari sebuah pelana surga dan sanggurdinya dari batu rubi merah dan dipenuhi permata.

Uraian Nabi Suci r kita berlanjut sebagai berikut,
“Malaikat Jibril u menahan sanggurdi untukku dan berkata, ’Naiklah.’
Saat aku bersiap untuk menungganginya, Buraq bergerak-gerak gelisah. Jibril u berkata padanya, ’Wahai Buraq, tidakkah kau malu pada dirimu sendiri? Beraninya kau bertingkah seperti ini. Dengan rahmat dari Allah I, Rahmat-Nya yang amat luas dan kemurahan hati-Nya melebihi apapun, lagipula tidak ada Tuhan selain Dia, kau tidak akan pernah melihat penunggang yang lebih terpuji dan agung!’
Mendengar teguran Jibril u, wajah Buraq memerah karena merasa malu dan mulai seluruh tubuhnya mulai gemetar. Keringat bercucuran dari dahinya, Buraq berkata, ‘Wahai Jibril u, aku ada permintaan dan mengingat pentingnya permintaan ini sehingga menyebabkan tingkah lakuku seperti ini, bukan karena keberatan untuk melaksanakan tugasku. Kini engkau membuatku malu.’ “

Nabi Muhammad r kemudian beralih kepada Buraq dan bertanya kepadanya apa yang menjadi permintaannya dan bagaimana memenuhinya. “Wahai nabiku Muhammad r, aku telah terlanda cinta padamu sejak zaman dimulai. Dalam waktu yang sangat lama, aku tertelan dalam kerinduan, dalam kepayahan cinta. Kini, dengan rahmat Allah, aku telah diberikan hadiah untuk melihat cahayamu dan mencium keharuman ragamu. Cintaku telah bersemi dan tumbuh lebih dari seribu kali. Di yaumil kiamat, ketika engkau bangkit dari tempat istirahatmu yang penuh berkah, kau akan dibawa ke tempat berkumpul oleh seekor Buraq. Permintaan cintaku adalah: Bahwa kau tidak akan menunggangi Buraq yang lain selain aku pada hari huru hara itu, karenanya penuhilah kebahagiaanku dan penuhi hatiku dengan cahaya kebahagiaan. Nabi Suci r menjawab, “Aku luluskan permintaan Buraq ini dan berjanji bahwa aku tidak akan menunggangi Buraq lain kecuali dia pada hari itu.”

Setelah mendengar perkataan Buraq bahwa dia akan dibawa ke tempat pengadilan dengan menunggang seekor Buraq, Nabi r -Rahmat bagi Semua Ciptaan, Intisari Semua Makhluk- mulai memikirkan akan keadaan dan nasib ummatnya di hari itu. Allah I yang mengetahui apapun yang tersembunyi kemudian membuat malaikat Jibril u bertanya kepada Muhammad r tentang alasan kesedihan yang tiba-tiba melanda. Nabi Suci r menjawab,
“Aku telah diberitahu oleh Buraq akan kehormatan yang akan diperlihatkan kepadaku pada hari yang dasyhat itu, bahwa aku akan dijemput dan diberi tunggangan seekor Buraq. Hal ini membuatku berpikir tentang keadaan ummatku pada Hari Pengadilan: mereka lemah, jauh dari sempurna, manusia yang penuh dosa. Bagaimana cara mereka dapat datang ke Padang Masyhar dengan berjalan kaki sedangkan jaraknya 50.000 tahun sembari membawa beban berat dosanya? Bagaimana cara mereka agar bisa melintasi Jembatan Shirath yang berjarak 3.000 tahun perjalanan?”

“Aku kemudian diberitahukan melalui Inspirasi Illahi (=wahyu) bahwa Rahmat Illahi akan menyentuh setiap orang pada hari itu. Sebagaimana Allah akan mengirim seekor Buraq yang akan menjemput dari tempatku dikebumikan, maka setiap ruh milik ummatku akan dikirimi pula seekor Buraq yang akan mengantarkan mereka ke tempat pengadilan. Mereka akan melintasi Jembatan Shirath secepat kilat dan dapat menempuh jarak 50.000 tahun perjalanan dalam satu kesempatan saja. ‘Ini merupakan Karunia dan Pertolongan bagi ummatmu, wahai Muhammad r,’ bunyi Inspirasi Illahi tersebut, ‘karena itu, hilangkan kecemasan dari pikiranmu.’ “
Ada sebuah ayat tercantum dalam Kitab Suci Al Qur’an tentang kejadian ini:

(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat. [Maryam 19:85]

Nabi Suci r kemudian meneruskan:
“Setelah mengetahui janji dari Karunia dan Kebaikkan Allah I, aku naik ke atas Buraq dengan perasaan bahagia. Jibril u dan 70.000 malaikat pengikutnya berada di sebelah kanan sanggurdi. Mika’il dan malaikat pengikutnya berada di sebelah kiri sanggurdi dan tiap-tiap malaikat memegang sebuah tempat lilin dengan banyak cabang. Di belakangku adalah malaikat Israfil beserta 70.000 malaikat dan di bahunya dia menyampirkan kain pembungkus pelana Buraq. Aku minta maaf karena besarnya kain pembungkus pelana Buraq sehingga hampir menutupi seluruh tubuhnya, tapi ia menjawabku, ’Wahai Rasulullah r, entah sudah berapa ribu tahun aku telah memanjatkan do’a memohon kemurahan Allah agar diberi ijin untuk membawa kain pembungkus pelana Buraq yang kau tunggangi! Setidaknya, Allah yang Maha Pemurah telah mendengar permohonanku dan mengabulkannya.’
‘Mengapa engkau berdo’a untuk tugas ini?,’ aku bertanya kepada Israfil yang dijawab, ‘Untuk beberapa ribu tahun aku telah menyembah Singgasana Illahi!’”

“Akhinya datang suara yang bertanya kepadaku, ‘Apakah kerinduanmu? Do’amu telah diterima.’ Israfil menjawab, ’Wahai Tuhanku, ketika waktu beliau telah tiba untuk hadir di muka bumi, aku memohon semoga aku diberikan karunia selama satu jam untuk pelayananku bagi Sang Pemberi Syafa’at ummatnya yang pendosa, yang Sang Raja Hari Pembalasan telah menuliskan nama beliau (Nabi Suci Muhammad r) didasar Singgasana Illahi disamping Nama-Nya yang Penuh Berkah.’
Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan jawaban, ‘Aku terima do’amu. Akan datang suatu malam dalam kehidupannya, di mana aku akan memberikan dia suatu pengalaman berdekatan dengan-Ku. Aku akan membawanya dari maqam terendah dibumi hingga ke surga tertinggi. Aku akan membuka gerbang-gerbang Rumah Harta-Ku dengan Kunci Penyaksian. Aku akan membimbingnya dari Mekkah ke Bait-ul-Maqdis (Yerusalem) dan sampai ia tiba di sana, engkau akan mendapat kehormatan untuk membawa kain pembungkus pelana tunggangannya.’ ”

Nabi Suci Muhammad r kembali melanjutkan:
“Malam itu, kaki Buraq tidak menyentuh tanah selama perjalanan dari Mekkah sampai Jerusalem terbentang bunga-bunga sutera halus dari Surga yang menjadi alas Buraq berlari. Di jalanku, tiba-tiba jin Ifrit hadir di hadapanku dan membungkuk mendekat dengan api yang menyambar-nyambar dari mulutnya. Jibril u kemudian berkata kepadaku, ‘Wahai Rasulullah r, mari aku ajarkan beberapa kata yang akan memadamkan api Ifrit dan menjadikannya tiada.’
‘Tolong ajarkan aku!,’ pintaku dan Jibril u mengajarkan do’a ini:

A’udzu bi-wajhi-llahil-kariim wa bi-kalimati-llahi-t-tammat-allaati
la yujaw-wizuhunna barrun wa la fajir. Min syarri ma yanzilu min-as-sama’i wa ma ya’ruju fiha min syarri ma yakhruju minha wa min fitan-il-layli wa-n-nahari-wa min thawariq-il-layli wa-n-nahaari-illa thariqan yatrukubi-khayrin, ya arahman!
(Aku berlindung kepada dzat Allah, dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat dilanggar bagi mereka yang bertaqwa maupun pendosa, dari kejahatan yang turun dari langit maupun yang muncul dari dalam muka bumi; dari setiap yang jahat/buruk yang muncul daripadanya; dan dari setiap fitnah yang ada dimalam dan siang hari, dan dari setiap malapetaka yang ada dimalam dan siang hari, kecuali bagi mereka tidak meninggalkan kebaikan, Wahai yang Maha Pengasih!)”

“Ketika do’a ini aku lafalkan, api dari jin Ifrit padam dan makhluk ini lenyap dari keberadaannya. Sebuah suara terdengar dari samping kananku yang berkata, ’Wahai Muhammad r, singgahlah sejenak karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu…’ Suara ini memanggilku tiga kali, tapi aku tidak menghiraukannya dan tetap berlalu. Kemudian aku mendengar suara datang dari samping kiriku dan berkata, ’Wahai Muhammad r, tunggu sebentar, aku ingin menanyakanmu sesuatu.’ Namun aku tetap tidak menaruh perhatian dan tetap melanjutkan perjalanan. Kemudian aku melihat seorang wanita berhiaskan jubah yang sangat indah dan mahal yang bertaburan perhiasan. Ketika berlalu dihadapannya, aku melihat dia sebagai seorang wanita tua. Sebanyak tiga kali dia berkata, ’Berhenti!’ tapi aku tidak menggubrisnya.”

”Di depanku, aku melihat seorang laki-laki tua yang membungkuk sambil memegang tongkat dan gemetaran pada setiap bagian tubuhnya. Ia juga memintaku berhenti sebanyak tiga kali dan tinggal bersamanya. ’Lihatkah dan kasihanilah keadaanku,’ ujarnya mengiba, ’biarkan aku menikmati keindahanmu karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan.’ Tapi aku tetap berlalu, tidak menanggapi permohonannya. Sesaat kemudian, aku melihat seorang pemuda tampan dengan wajah bercahaya. ’Singgahlah, wahai Muhammad r,’ dia berkata kepadaku, ’ada suatu pertanyaan untukmu.’ ”

“Mendengar perkataannya, Buraq berhenti dan aku mengucap salam kepada pemuda itu. Setelah menanggapi salamku, dia berkata, ’Kabar gembira bagimu! Semua kebaikan hanyalah milikmu dan ummatmu.’
Menanggapi ucapan sang pemuda, aku senang seraya berkata, ’Alhamdulillah!’ dan Jibril u menggaungkan ucapanku tersebut. Lalu aku bertanya kepada Jibril u, siapa sajakah orang-orang yang baru saja aku lihat. Diaa menjawab, ’Suara yang datang dari samping kanan adalah suara kaum kafir. Kalau kau berhenti di sana, ummatmu akan dapat dikuasai mereka dan semakin dipandang rendah setelah masamu. Suara yang datang dari samping kiri adalah kaum Kristiani; kalau kau berhenti di sana, maka ummatmu akan dikuasai dan ditakhlukkan oleh kaum Kristiani setelah masamu. Wanita yang kau lihat adalah dunia. Dia terlihat begitu mewah dan menarik bagi mereka yang menginginkannya. Perhiasan dan pakaiannya dapat diartikan sebagai perangkap untuk membodohi dan menarik perhatian manusia.’ ”

“Kenyataan bahwa dia adalah seorang wanita tua mengindikasikan bahwa Hari Akhir semakin menjelang. Kalau kau terlena oleh bujuk rayunya, maka seluruh ummatmu akan terobsesi dengan keduniawian dan menyembahnya. Orang tua yang kaulihat adalah setan yang terkutuk itu sendiri. Dia menyadari betapa baik dan pemaafnya sifatmu yang menjadi sifat aslimu, sehingga ia berusaha memikatmu dengan hadir sebagai seorang lemah untuk menarik belas kasihanmu. Itu tidak lain hanyalah tipu daya untuk menghentikan perjalananmu. Kalau kau terkecoh dengan kata-katanya, maka ummatmu akan selalu terperdaya dengan tipu muslihatnya hingga tetes darah penghabisan dan dia akan selalu menang. Sedangkan anak muda yang kau lihat adalah agama Islam. Di hadapannyalah engkau berhenti; karenanya, setelah masamu, seluruh ummatmu akan selamat dari persekongkolan para musuh dan agama Islam akan abadi.’ ”

”Kau memilliki berbagai kekhawatiran mengenai ummatmu seperti, ’Apa yang akan terjadi kepada mereka ketika keluar pada malam hari menuju gurun dan berpapasan dengan jin yang buruk hati? Bagaimana keadaan mereka setelah aku pergi?’ Allah I yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi dan yang mewujud, kemudian membuat Ifrit hadir di hadapanmu untuk mengajarkan kepadamu pelajaran tentang keselamatan. Setelah waktumu, tidak ada lagi agama yang dapat melampaui agama Islam. Ummat Muhammad r akan hidup menurut Hukum Illahi Syari’ah sampai hari akhir, mereka akan selamat dari tipu daya setan dan memperoleh keselamatan. Islam akan tetap ada di muka bumi hingga Hari Perhitungan. Semua pertanda yang telah kau lihat berasal dari Allah I yang berkendak untuk menyadarkan dan membebaskanmu dari segala ketakutan dan kebimbangan.’ Itulah penjelasan Jibril u tentang penglihatan itu.”

“Selang beberapa lama, kami tiba di suatu tempat yang banyak ditumbuhi pohon kurma. Jibril u memerintahkanku turun dari tunggangan dan melaksanakan shalat. Ketika aku selesai shalat, Jibril u bertanya apakah aku kenal tempat dimana aku baru saja menyelesaikan shalat dan dia memberitahukan aku bahwa nama tempat ini adalah Thayyibah yang merupakan nama lain dari Madinah al-Munawwarah. Dan Ia juga memberitahu bahwa aku akan segera pindah ke tempat ini. Berikutnya, kami tiba ke suatu tempat yang kesemuanya berwarna putih. Jibril u lagi-lagi menyuruh aku untuk turun dari tunggangan dan melaksanakan shalat. Lalu dia bertanya apakah aku tahu tempat itu dan ketika aku menjawab tidak tahu, dia menjelaskan bahwa inilah dibawah naungan pohon tempat Musa u peernah berdo’a ketika beliau datang di negeri Madian.”

”Ketika Musa u melarikan diri dari Fir’aun, beliau tiba di daerah ini. Di luar kota Madian, dia melihat beberapa gembala sedang memberi minum binatang ternaknya dan dia melihat 2 orang gadis yang berdiri jauh dari sumur, menunggu giliran. Musa u yang merasa kasihan kepada mereka, mendekati dan bertanya apa yang sedang ditunggu. Setelah mendengar cerita mereka, dia berkata dalam hati, ’Disini terbentang pahala yang besar,’ dan dengan mengabaikan kelelahannya, beliau pergi dan memberi minum domba-domba mereka. Setelahnya, Musa u beristirahat dan berdo’a di bawah pohon. Pohon tempat kau shalat tadi adalah pohon yang sama tempat beliau berdo’a, wahai Muhammad r.’ ”

“Kemudian kami mencapai tempat lain dan Jibril u berkata, ‘Turunlah dan shalatlah di sini!’ Ketika aku selesai melakukan shalat dan tidak tahu berada dimana, Jibril u memberitahu, ’Inilah Tsur Sinai, Gunung Sinai, dimana Allah I menampakkan Diri-Nya kepada Nabi-Nya, Musa u dan berbicara dengannya sebagai jawaban dari permohonannya.’ ”

“Kami melanjutkan perjalanan dan mencapai ke sebuah istana megah, Jibril u kembali menyuruhku untuk shalat, menjelaskan bahwa ini adalah desa tempat Nabi ’Isa u lahir. Ketika aku selesai shalat, aku melihat sekelompok orang yang sedang menanami sebuah ladang. Segera setelah mereka menanam satu biji tumbuhlah 700 buah tanaman. Aku bertanya kepada Jibril u akan siapakah mereka ini dan dia memberitahuku, ’Mereka adalah orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah.’ ”

“Lagi, kami menemui sekelompok orang yang kepalanya dihantam batu oleh malaikat, tapi kepala-kepala ini segera tumbuh lagi hanya untuk dihancurkan. ‘Siapakah orang-orang ini,’ aku bertanya kepada malaikat Jibril u. Ia berkata, “Mereka adalah ummatmu yang mengabaikan pelaksanaan shalat, dan yang mengabaikannya; ketika mereka berdiri dari posisi ruku’ atau sajda, mereka tidak berdiri tegak sepenuhnya, melainkan menggabungkan semua gerakan shalat dengan cepat-cepat.”

“Kemudian, aku melihat sekelompok orang yang berkumpul bersama, kelaparan dan tidak berpakaian. Di sekitar mereka, tumbuh semak-semak api dan para malaikat mendorong mereka untuk memakan semak berapi itu seperti binatang yang digiring untuk merumput. Aku bertanya siapa mereka dan malaikat menjawab, ‘Mereka adalah ummatmu yang tidak memberikan zakat yang wajib dibayarkan dan mereka yang tidak merasa kasihan pada fakir miskin dan melarat, janda yang tak mempunyai rumah, dan anak yatim.’ ”

”Kemudian aku melihat sekelompok orang lain lagi; pada satu sisi, ada sebuah meja penuh dengan makanan terlezat yang bisa dibayangkan manusia sedangkan di sisi lainnya, ada sebuah meja penuh dengan daging busuk dengan bau yang menusuk. Kelompok manusia ini tidak pernah berpaling menghadap atau melihat makanan lezat, hanya makan bangkai busuk itu. ‘Siapakah mereka?’ tanyaku. ‘Mereka adalah pria dan wanita dari ummatmu yang melakukan hubungan badan tanpa didasari hukum padahal mereka punya pasangan sah.”

“Setelah itu, aku melihat sekelompok laki-laki menumpuk batang-batang kayu. Mereka berusaha mengangkat semua batang kayu tapi selalu gagal dalam setiap usaha yang dilakukan. Mereka tidak punya cukup kekuatan, tapi mereka tetap melakukan usaha sia-sia ini. ‘Dan siapakah mereka?’ tanyaku. Jibril u menjawab, ‘Mereka adalah orang dari ummatmu yang terpikat dengan urusan dunia. Walaupun mereka punya harta lebih dari cukup, namun tidak pernah merasa puas dan mencoba menumpuk lebih banyak lagi. Mereka mencintai dunia dan yang ditawarkan oleh dunia serta mereka senantiasa ingin meningkatkan bagiannya.’ ”

“Kemudian aku melihat sebuah batu besar dan ada sebuah lubang kecil di dalamnya. Dari lubang ini keluarlah seekor ular dan mulai tumbuh besar. Kemudian ular ini berbalik dan mencoba masuk kembali ke lubang kecil tersebut, tapi karena sudah tumbuh lebih besar si ular tidak dapat masuk. Ular ini mulai mengelilingi batu dengan kebingungan. Aku bertanya kepada malaikat apakah maksudnya dan Jibril u menjawab, ’Batu ini merupakan simbol dari badan ummatmu dan lubang kecil mengindikasikan mulutnya. Ular bermakna semua kebohongan, keburukan, hal-hal terlarang, gosip dan fitnah yang keluar dari mulutnya. Sekali hal ini keluar dari mulutnya, tidak mungkin untuk menelan kembali dan mereka akan dihukum di kehidupan ini dan di kehidupan yang akan datang. Mereka akan mendengar hal yang lebih buruk dan dimintai pertanggung jawabannya. Jadi, ingatkan ummatmu untuk memperhatikan ucapan-ucapan mereka dan bersikap hati-hati dalam membicarakan hal-hal buruk dan menyakitkan supaya mereka mungkin menemukan keselamatan.’ ”

“Selanjutnya, aku melihat seseorang menimba air dari sebuah sumur. Dengan berusaha sekuat tenaga dia menarik ember ke tepian sumur, tapi tak menemukan setetes air pun di dalam ember. Hanya ember kosong yang diperoleh atas usaha yang telah dilakukannya. Aku menanyakan tentang hal ini kepada Jibril u yang dijawab, ‘Ini adalah kondisi mereka yang melakukan kebaikan tanpa niat tulus. Tujuannya bukan semata-mata hanya bagi Allah namun pengakuan dari manusia. Oleh karena itu, mereka melakukan kerja keras di dunia tapi tidak menuai kebajikan di kehidupan selanjutnya malah menempatkan diri mereka pada kesulitan terbesar.’ ”

“Aku melihat orang-orang lain menanggung beban besar di pundak mereka. Meskipun mereka hampir-hampir tidak sanggup membawanya, mereka tetap berkata kepada teman-temannya, ‘Tambahkan bebanku!’
‘Siapakah mereka?’ Aku bertanya kepada malaikat Jibril u yang dijawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang mempunyai harta haram dalam tabungannya. Walaupun dibebani dengan beban seberat itu, mereka tetap berusaha mencari cara untuk meningkatkan kekayaan mereka dengan menggunakan metoda-metoda yang tidak benar.’ ”

“Kemudian aku melihat sekelompok orang yang lidah dan bibirnya menggembung dan terjulur panjang. Para malaikat dengan gunting api besar datang dan menggunting bagian tubuh yang memanjang ini. Tapi, setiap saat malaikat memotongnya, mereka akan segera tumbuh lagi seperti semula dan para malaikat kembali memotong. ‘Siapakah mereka?,’ aku bertanya kepada Jibril u dan dia menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang mengkhianati kaum mereka sendiri kepada pemimpin dan tiran, para peleceh dan penjilat yang menjunjung kebohongan atasannya daripada mencoba menyelamatkan orang-orang mereka dari perlakuan tidak adil oleh para penguasa.’ ”

“Lalu aku melihat sekelompok orang yang dagingnya dipotong oleh malaikat dan dimakan oleh mereka sendiri. ‘Makanlah!’ malaikat memerintahkan. Ketika mereka tidak dapat memakannya karena merasa jijik maka para malaikat mencambuk dan memerintah mereka lagi untuk makan, ’Makan!’ hingga akhirnya mereka menuruti perintah dan memakannya.
‘Siapakah mereka?,’ aku bertanya dan Jibril u memberitahu, ‘Mereka adalah orang-orang yang menyebarkan fitnah tentang saudara mereka sendiri.’ ”

“Selanjutnya aku menyaksikan sekelompok orang berwajah gelap dan bermata biru. Bibir bawah mereka menjulur sampai ke kaki, sementara lidah atasnya terlekat hingga kening. Darah dan nanah menetes dari mulut mereka. Satu tangan mereka memegang sebuah cawan api dan ditangan lainnya memegang sebuah gelas api. Darah dan nanah mengalir dari mulut mereka, menetes masuk ke dalam sebuah botol dan mulai mendidih. Malaikat menyuruh dan memaksa mereka meminumnya. Namun, setiap kali mereka berusaha mengisi gelas dan meminum, cairan tersebut sangat mendidih dan mengeluarkan bau yang begitu menjijikkan hingga mereka tidak dapat tahan dan mulai meringkik seperti keledai. Malaikat memukuli dan memaksa mereka untuk meminumnya. ‘Siapakah orang ini?,’ tanyaku kepada Jibril u. ‘Mereka adalah peminum anggur,’ jawab Jibril u.”

“Kemudian aku melihat sekelompok orang yang lidahnya menjulur ke belakang leher dan wajahnya seperti wajah babi. Dari atas dan bawah, mereka dicambuk dan dipukuli. ‘Siapakah mereka ini?,’ tanyaku, Jibril u menjawab, ‘Mereka adalah orang yang mengangkat kesaksian dan memberikan pernyataan palsu yang dipergunakan untuk menyalahi hamba-hamba Allah.’ ”

“Kelompok lain yang terlihat adalah mereka dengan perut begitu menggembung sehingga mereka menggantung seperti pendulum. Tangan dan kaki mereka terikat bersama. Mereka tidak bisa berdiri dengan kaki mereka sendiri karena terhalang oleh beban perut ini dan jatuh berguling-guling di tanah. ‘Siapakah mereka?,’ tanyaku kepada Jibril u. ‘Mereka adalah ummatmu yang melakukan praktek riba dan menyalah gunakan tanah milik orang lain.’ ”

“Kemudian aku melewati beberapa wanita yang wajahnya menghitam dan diberikan jubah api untuk dipakai. Malaikat memukuli dengan tongkat api sehingga mereka melolong seperti anjing. Aku bertanya kepada Jibril u tentang mereka dan dijawab, ‘Mereka adalah wanita yang melakukan zinah dan menyebabkan kesedihan dan kesengsaraan kepada suami mereka.’ ”
”Lalu aku datang ke sekelompok orang yang disembelih oleh malaikat dengan pisau api. Mereka hidup kembali hanya untuk dipotong lehernya lagi. ‘Siapakah mereka?,’ tanyaku dan Jibril u menjawab, ‘Mereka adalah kaum dari ummatmu yang membunuh jiwa tanpa alasan.’ ”

“Lalu aku melewati sekelompok orang yang digantung di udara, sementara api keluar dari telinga, hidung dan mulutnya. Setiap orang didampingi oleh dua malaikat yang dipenuhi rasa dendam dan masing-masing malaikat memegang sebuah tongkat api yang berkobar terdiri dari tujuh puluh simpul. Dengan tongkat ini, mereka dipukul tanpa henti, sementara mereka melafalkan tasbih sebagai berikut,
‘Qadir, Muqtadir, Subhanallah’
(Allah Yang Maha Kuasa adalah Maha Membalas terhadap musuh-musuh-Nya; Allah Yang Maha Kuasa adalah yang Maha Kuat, segala puji bagi-Nya).

”Aku bertanya kepada Jibril u tentang mereka dan dia memberitahu, ‘Mereka adalah orang-orang yang tampilan luarnya memperlihatkan keimanannya, sementara di hati mereka tidak ada yang lain kecuali kemunafikan dan kekafiran.’ ”

“Lalu aku melihat sekelompok orang yang dipenjara dalam sebuah lembah api. Mereka dibakar hidup-hidup, tapi segera hidup hanya untuk dibakar hidup-hidup lagi. Hukuman atas mereka terasa sangat berat bagiku. ‘Siapakah mereka?,’ tanyaku kepada sang malaikat. ‘Mereka adalah orang yang tidak menghormati kedua orang tuanya juga memberontak dan menentang mereka.’

“Berikutnya, aku melihat sekelompok orang yang didada mereka diletakkan mangkuk-mangkuk api, sementara malaikat memukuli mereka dengan tongkat besar. ’Siapakah mereka?,” aku bertanya, Jibril u menjawab, ‘Mereka adalah para pemusik yang memainkan kecapi dan bernyanyi untuk orang lain.’ ”

“Lalu aku mendengar suara yang sangat mengerikan dan bertanya perihal suara tersebut. Jibril u memberitahu, ‘Sebuah batu telah jatuh dari tepian neraka Jahannam ke dasarnya. Batu tersebut sudah jatuh sejak 3.000 tahun yang lalu dan kini baru menghantam dasarnya. Itulah suara yang kau dengar.’”

Tentang batu ini ada sebuah penuturan: Bila sebuah batu seukuran kepala manusia menggelinding jatuh dari langit ke bumi, batu akan mencapai bumi dalam waktu 24 jam, walaupun jatuh dari jarak 500 tahun. Pertimbangkan jarak ini dan kemudian pertimbangkan seberapa jauh sebuah batu dalam ukuran seperti itu bila harus jatuh dalam waktu 3.000 tahun! Itulah kedalaman dari dasar neraka; karenanya, mintalah perlindungan Allah I dari apinya yang menjilat-jilat.

Nabi r kemudian melanjutkan:
“Aku kemudian tiba ke lembah lain yang mengeluarkan bau paling memualkan dan suara menakutkan. ‘Bau apakah ini?,’ aku bertanya, dan Jibril u menjawab, ‘Itu adalah bau busuk neraka. Dengarkan apa yang dikatakannya!’ Aku mulai memasang telinga baik-baik dan inilah yang aku dengar: ‘Wahai Tuhanku, kirimkan kepadaku para hamba yang Kau janjikan untukku. Rantaiku, duriku, belengguku, pohon zakkumku, air mendidih dan kawah nanahku siap untuk mereka, dan juga bagi hukuman lainnya. Ular dan kalajengkingku semakin banyak dan kedalamanku tidak dapat diduga. Kirimkan hamba-hamba yang telah Kau janjikan untukku, sehingga aku dapat mulai menghukum mereka.’
Atas pertanyaan neraka, Allah I memberikan jawaban, ‘Wahai Jahannam, Aku serahkan pekerjaan ini kepadamu! Aku akan serahkan kepadamu mereka yang telah syirik terhadap Nama Suci-Ku, yang tidak percaya kepada Aku dan Nabi-Ku, mereka yang keji dan jahat baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka yang tidak percaya terhadap Hari Kebangkitan. Mereka semua harus dilempar ke dalam apimu!’
Jahannam merasa senang dengan janji Allah dan berkata, ‘Aku merasa puas, wahai Tuhanku!’ ”

”Setelah itu, kami mencapai sebuah lembah dimana angin sepoi-sepoi meniup dan wewangian manis tercium di mana-mana. Udara yang menyenangkan dan merdu membelai telinga. Aku bertanya, ‘Apakah suara yang menyenangkan ini, darimana asalnya dan apakah yang dikatakan suara ini?’ Apakah angin sepoi-sepoi ini dan darimanakah wangi yang manis ini berasal?’ Jibril u kemudian menjelaskan padaku, ‘Wangi ini adalah wangi dan angin Surga. Dengarkan apa yang dikatakannya dan engkau akan mengerti.’ ”

“Angin sepoi-sepoi dari Surga berkata sebagai berikut, ‘Wahai Tuhanku, kirimkan kepadaku hamba-hamba-Mu yang telah Engkau janjikan. Semua kesenangan yang telah kupersiapkan bagi mereka telah tersedia; paviliun, kain brokat dan sutera yang halus dan berat, karpet dan selendang, mutiara, permata, perak dan emas, amber dan kesturi, meja penuh dengan hidangan lezat, kendi-kendi dan bejana-bejana; semua jenis makanan surga, sungai susu, sungai madu, sungai anggur dan sungai air; Bidadari, Ghilman dan Wildan dan semua kesenangan surga yang tidak dapat diungkapkan telah siap dan melimpah ruah. Kirimkan hamba-hamba-Mu yang telah Kau janjikan sehingga aku bisa mempersembahkan semua kesenangan yang tidak terkatakan ini dan menghujani mereka dengan hadiah dari kebaikan.’ ”

“Tuhan menjawab pada do’a permohonan Jannah yang indah ini: ‘Wahai Surga, Aku akan mengirimkan apa yang kau kehendaki. Aku akan mengirimi kamu pria dan wanita yang beriman kepada-Ku dan beribadah semata-mata hanya bagi-Ku, yang mengenal dan menghormati para Nabi-Ku, terlibat dalam tindakan yang bermanfaat dan tidak menyekutukan Keillahian-Ku. Barang siapa yang memiliki rasa takut kepada-Ku dan hukuman-Ku, aku akan membebaskan dan memberikan keamanan kepadanya. Barang siapa menghadap-Ku dalam kebutuhannya dan memohon pertolongan-Ku tanpa menyerah dan terus menerus, ketahulilah bahwa Aku akan mendengar do’a dan mengetahui kesungguhan mereka.

”Barang siapa memberikan-Ku pinjaman, maka akan Aku kembalikan dengan berlipat ganda. (Pinjaman yang dimaksudkan dengan pinjaman dalam konteks ini adalah sedekah harta yang ditunaikan karena semata-mata memohon keridhaan Allah untuk menolong mereka yang menderita, miskin dan membutuhkan, dan semua barang/harta yang diberikan di jalan Allah –fi sabilillah). Barang siapa yang memasrahkan semua pemeliharaankepada-Ku, mereka yang mempercayakan semua urusannya kepada-Ku, maka akan Aku ambil alih semua usahanya. Karena Aku adalah Allah; tiada tuhan selain Aku. Aku penuhi semua janji-Ku, tidak pula Aku ingkar janji. Semua orang beriman akan mencapai keberhasilan. Kemegahan dari Sang Pencipta jauh lebih terang daripada semua Ciptaan-Nya.

 

About taskam99

T idak A kan S holeh K alau A nda M aksiat

Posted on Juli 9, 2012, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: