Hikmah Lailatul Qodar

Hikmah Lailatul Qodar

Dulu pernah ada seorang Bani Israli hidup selama seribu bulan. Dan ia habiskan waktu yang lama itu semata-mata untuk mengabdi kepada Allah. mendengar cerita itu para sahabat berandai-andai bisa kah ia hidup seperti bani israil itu dan beribadah kepada Allah SWT dengan waktu yang begitu lama. Rasul pun akhirnya meminta kepada Allah sebagai ganti dari konsekuen umat nya yang pendek-pendek baik itu umur maupun bentuk tubuh. Akhirnya Allah mengabulkan do’a itu dan memberikan satu malam kepada Muhammad dan umatnya. malam itu lebih baik dari pada seribu bulan ialah Lailatul Qodar yang kehadirannya ditunggu jutaan bahkan miliaran umat beriman di belahan bumi manapun.

Begitu kira-kira riwayat menggambarkan dari berbagai kitab. ini telah menjdai moment yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum beriman, lailatul Qodar pada bulan ramadhan. Malam ini juga bisa diartikan sebagai Lailatu Tadyiq malam yang sempit dengan turunnya para malaikat membanjiri hamparan bumi malam itu. Entah sengaja atau tidak yang pasti malam itu tidak ada satupun riwayat hadist yang menjelaskan kapan tanggal terjadinya malam itu secara spesifik. Hanya Rasul memberikan tanggal-tanggal dimana akan terjadinya malam yang agung itu. Perbedaan pendapat diantara kalangan ulama tidak sedikit untuk menentukan lailatul qodar.

Manusia hidup penuh dengan masalah yang tak ujung henti. Itulah kodrat sebagai mahluk social yang hidup secara bersamaan. Namun masalah itu bagai bumbu masakan yang harus disajikan agar masakan terasa lebih sedap. Begitupun masalah dalam hidup,jangan kita justru jadikan sebagi batu sandungan untuk mencapai sebuah cita-cita. Islam sebagai agama universal telah mendidik kita dengan sebaik-baik metode.Termasuk rahasia dibalik kapan lailatul qodar itu terjadai. Sebagai manusia sering kali menjadikan Tuhan layaknya wc,kalau kita butuh baru dekat. Selama bulan ramadhan kita dilatih untuk mensucikan hati dari perkara-perkara duniawi. Puasa, menurut Imam Ghozali adalah sebaik-sebaik cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berpuasa kita merasa terus diawasi Allah dimanapun dan kapan pun.

Selanjutnya, dengan Allah menyembunyikan kapan terjadi tanggal istimewa itu. membentuk pribadi insan yang ikhlas melakukan amal ibadah dan tidak memandang sebelah mata. Dengan seperti itu,kita akan terus beribadah kepada Allah mencari lailatul qodar dengan segala keikhlasan. Tanpa disadari kita begitu sibuk beribadah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dan bisa saja sebenarnya malam lailatul qodar itu telah kita dapatkan sejak awal hari pada sepuluh terakhir,tapi siapa yang tahu. Justru kalau seandainya malam itu ditetapkan tanggal nya. Maka yang ada hanyalah ibadah pada malam itu saja. dan itu menunjukan ketidak ikhlasan seseorang dalam beribadah. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang mendapatkan pahala seribu bulan di sepuluh hari terakhir ini. Amien

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/08/24/hikmah-lailatul-qodar/

 

About taskam99

T idak A kan S holeh K alau A nda M aksiat

Posted on Agustus 8, 2012, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: