Kisah Anak Yatim Peraih IPK Sempurna

kisah anak yatim

kisah anak yatim

Kisah Anak Yatim Peraih IPK Sempurna

Siapa bilang prestasi hanya bagi mereka yang memiliki kelebihan materi. Hidup serba pas-pasan justru melecut semangat Cinky Priyanto, sarjana Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), meraih prestasi sebagai lulusan terbaik universitas dengan IPK 4.

Prestasi Cinky ini bisa dikatakan cukup istimewa. Sebab tidak banyak mahasiswa dari jurusan eksakta yang bisa meraih IPK 4. Cinky bukanlah dari golongan anak orang kaya. Ayahnya sudah meninggal sepuluh hari sebelum ia berangkat ke Yogyakarta, untuk memasuki masa kuliah di UMY.

Dengan begitu, segala kebutuhan dan biaya kuliah Cinky harus ditanggung sendiri oleh ibunya yang hanya berprofesi sebagai pedagang hasil pertanian.

Tidak mudah sebenarnya bagi Cinky menjalani masa kuliah hanya dengan bertumpu pada penghasilan ibunya. Terlebih lagi ia juga menjadi satu-satunya harapan keluarga, karena hanya dia seorang dalam keluarganya yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Saya sarjana pertama di keluarga. Kakak saya tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena masalah biaya. Sementara, sepuluh hari sebelum saya berangkat ke Jogja untuk kuliah, ayah saya meninggal. Jadi, ibu yang harus menanggung biaya kuliah saya,” kata Cinky, yang baru lulus pada Sabtu, 19 Oktober lalu dikutip Dream.co.id dari laman UMY.ac.id.

Namun bagi Cinky, keterbatasan biaya dan ketiadaan sosok ayah tidak menjadikannya putus asa untuk meraih prestasi. Justru sosok sang ayah itulah yang ternyata menjadi sumber kekuatan utamanya meraih prestasi.

“Bapak pernah berkata pada saya, sebelum meninggal, agar saya tidak menjadi orang bodoh seperti bapak. Jadi dari sana saya bertekad terus belajar dan bisa menjadi anak yang membanggakan bagi orang tuanya,” ujarnya.

“Sebenarnya kalau belajar di kelas saya tidak begitu serius. Santai saja. Tapi setelah keluar kelas, saya biasanya suka ketemu dosen untuk bantu-bantu pekerjaan dosen. Dan di sanalah, saya bisa lebih leluasa belajar dengan dosen,” kata lelaki asal Pangandaran, Ciamis.

Sejak semester 5 Cinky juga sudah memiliki pekerjaan sendiri dalam bidang pembuatan software, aplikasi-aplikasi kantor, maupun segala hal yang terkait dengan TI sesuai dengan permintaan pelanggan. Namun semua itu ia lakukan dengan mempromosikan keahliannya lewat media sosial seperti facebook dan Blackberry Messenger (BBM).

Setelah melalui masa kuliah S1 dan meraih prestasi, Cinky berharap ia bisa mempunyai penghasilan sendiri dari keterampilan dan kemampuannya mengembangkan usaha pembuatan aplikasi.

“Tapi yang paling utama adalah memaksa ibu saya untuk berhenti kerja. Saya tidak tega melihat ibu bekerja terus, karena ibu sudah sepuh. Jadi saya harap bisa segera punya penghasilan sendiri, agar bisa membiayai hidup saya sendiri dan ibu saya.” (Ism)

Sumber :  http://www.dream.co.id/tag/inspiring/

 

About taskam99

T idak A kan S holeh K alau A nda M aksiat

Posted on Oktober 28, 2014, in Kisah Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: